MANGU
Dalam sebuah penampilan di satu panggung, Ari Lesmana sang vokalis Fourtwnty mengatakan bahwa ada lirik yang paling penting dalam lagu “Mangu”. Ia menyebut lirik terpenting itu adalah:
“Jangan salahkan faham ku kini, tertuju oooo.. Siapa yang tau, siapa yang mau, kau di sana, aku di seberangmu. Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama cara berdoa. Cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya."
Lirik pembuka lagu, "Suatu malam adam bercerita, hawanya tak lagi di jalur yang sama, bacaan dan doa yang mulai berbeda, ego dan air mata kita bicara". Secara implisit menggambarkan bagaimana perbedaan kepercayaan dalam sebuah hubungan dapat menjadi penghalang bagi persatuan cinta.
Kondisi ini kemudian menimbulkan ketidakselarasan dalam berbagi prinsip hidup, yang secara bertahap membawa berbagai ujian berat yang sulit untuk diatasi oleh pasangan tersebut.
Namun, lagu ini diakhiri dengan lirik "Oh cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama cara berdoa, oh cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya," yang pada akhirnya menyadarkan bahwa keberlanjutan hubungan tersebut akan terhambat oleh kesulitan dan banyaknya konsekuensi yang tak terhindarkan.
Komentar
Posting Komentar